Hotvideo.info

Sabtu, 16 Februari 2019 (19:04)

Hotvideo.info adalah mesin pencarian video dan download video. Kami telah mengindeks jutaan video dari seluruh dunia


Judul:Ungkap akun FB Official Loly Candy terkait kasus konten pornografi online
Durasi:11 mnt 32 dtk
Dilihat:66x
Dipublikasikan:27 Juni 2018
Di Upload Oleh:Wayan Maliastra
Sumber:Youtube

DMCA Report

Berita Konference Pers :

Subdit Cyber Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya berhasil mengungkap Tindak pidana Pornografi sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (1) Jo pasal 45 ayat (1) UU RI No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No.11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau pasal 4 ayat (1) Jo pasal 29 dan atau pasal 4 ayat (2) Jo pasal 30 UU RI No.44 tentang Pornografi.

1. LAPORAN POLISI NOMOR : Laporan Polisi Nomor : LP / 157 / III / 2017 / PMJ / Ditreskrimsus, tanggal 06 Maret 2017;

2. WAKTU KEJADIAN : 20 Juni 2018.

3. TERSANGKA :

a. WR, Laki-laki, 19 tahun;
b. AD, Laki-laki, 33 tahun.
c. IW, Laki-laki, 26 tahun.

4. BARANG BUKTI

a) 1 (satu) buah Handphone Lenovo a706 warna hitam IMEI1 860205029284092, IMEI2 860205029284100.
b) 1 (satu) buah simcard dengan nomor handphone 089667256658.
c) 1 (satu) buah CPU berwarna hitam dengan Merk Castello.
d) 1 (satu) buah Router.
e) 1 (satu) buah Flashdisk berwarna biru.

5. MODUS OPERANDI :
Tersangka mendapatkan sumber konten tersebut selain dengan cara memproduksi sendiri, juga mendistribusikan melalui akun di aplikasi Whatsapp Messages dan Telegram Messages. Ditemukan ada 40 grup dan channel dengan anggota per grup atau channel berkisar 200 anggota dari 63 negara (berdasarkan kode nomor telepon yg dipergunakan).

6. URAIAN SINGKAT KEJADIAN

Pada Maret 2017, Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berhasil mengungkap akun FB Official Loly Candy yg mendistribusikan konten pornografi anak secara online dan dilakukan penangkapan terhadap 5 tersangka adalah W alias Snorlax (27 tahun), DS alias Illu Inaya (24 tahun), DF alias T-key (17 tahun) dan SHDT (16 tahun) dan AAJ (21 tahun). Grup Facebook private yang dibuat sejak September 2016 lalu itu pernah memiliki 7.479 anggota di dalamnya.
Kemudian dikembangkan bahwa para tersangka tsb mendapatkan sumber konten tsb selain dengan cara memproduksi sendiri, juga mendistribusikan melalui akun di aplikasi Whatsapp Messages dan Telegram Messages. Ditemukan ada 40 grup dan channel dengan anggota per grup atau channel berkisar 200 anggota dari 63 negara (berdasarkan kode nomor telepon yg dipergunakan).
Subdit Cyber Ditreskrimsus PMJ meminta bantuan kerjasama melalui Major Cyber Crimes Unit (MCCU) Federal Bureau of Investigation dimana sejak 2010 Polri menjadi negara anggota Satuan Tugas Violent Crimes Against Children International Task Force (VCACITF) untuk mengkoordinasikan ke negara2 yg diduga ada keberadaan para pelaku tersebut. Juga MCCU FBI diminta untukk mengkoordinasikan ke Facebook dan WhatsApp terkait data dimaksud.
Dari hasil kerjasama tersebut telah dilakukan operasi kepolisian secara serentak di 23 negara dan yg sudah berhasil melakukan penangkapan diantaranya El Salvador, Chile, dan beberapa hari yang lalu oleh Kepolisian Guatemala dengan menangkap 13 orang tersangka hasil dari pengembangan kasus Loly Candy Facebook yg diungkap oleh Polda Metro Jaya.
Kemudian Polri mengembangkan informasi yg terdiri atas 23 orang diduga pelaku yg keberadaan di Indonesia.

7. PERAN MASING-MASING TERSANGKA

WR yang menggunakan nama akun FB williamfernando886. Dari hasil pemeriksaan diakui oleh tersangka WH bahwa benar sejak 2016 ybs bergabung ke grup Official Loly Candy. Kemudian keluar grup karena mengetahui bahwa admin tertangkap dengan motif tersangka menyebarkan untuk kepuasan seksual. Pelaku dilakukan penangkapan di Tangerang.
AD yang melakkan posting video dengan mengunakan Facebook dengan akun SHINTIA SARTIKA PUTRI dengan motif tersangka melakukn itu adalah kepuasan sexual diri sendiri. Pelaku dilakukan penangkapan di Palembang.
IW yang melakukan posting melalui grup facebook dengan akun citralestari.lestari dan melakukan posting di dalam grup whatssap lolycandy dengan motif tersangka melakukan untuk kepuasan seksual. Pelaku dilakukan penangkapan di Matraman – Jakarta Timur.

8. PASAL YANG DISANGKAKAN :

Tersangka dikenakan pasal 27 ayat 1 jo pasal 45 ayat 1 UU RI no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI no 11/2008 tentang ITE dan atau pasal 4 ayat 1 jo pasal 29 dan atau pasal 4 ayat 2 jo pasal 30 UU RI no 44/2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 76D jo Pasal 81 dan atau Pasal 76E jo Pasal 82 dan atau Pasal 76I jo Pasal 88 UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Download






Catatan : Jika video yang anda download berjudul videoplayback. Silahkan ganti judul video dengan ini Ungkap akun FB Official Loly Candy terkait kasus konten pornografi online.mp4 Format .mp4 bisa anda ganti sesuai format yang anda download.